Sukses Berbisnis Modal Dengkul

Sukses Berbisnis Modal Dengkul Dengan Cara Digital

Halo sobat Entrepreneur, kali ini saya akan berbagi pengalaman bagaimana “Sukses Berbisnis Modal Dengkul Dengan Cara Digital” nah simak cerita saya semoga bermanfaat dan menginspirasi.

Untuk saat ini mungkin target goal yang saya buat belum maksimal, namun jika melihat dari perjalanan bisnis saya dahulu hal ini merupakan pencapaian terbaik yang pernah saya dapatkan.

Saya memulai bisnis tidak memiliki modal sama sekali bahkan tidak mengetahui seluk beluk bisnis yang saya jalani.

Saya memiliki background seorang engineer yang lebih banyak bermain dengan hal teknis bukan dunia marketing, namun saya memiliki hobi menulis dalam bentuk blog yang saya mulai sejak 2005.

Namun jangan dipikir saya jago dalam menulis ya, karena saya juga tidak punya bakat menulis. Namun saya suka sekali membahas sesuatu untuk saya bagikan.

Bahkan saya dulu tidak pernah berfikir dari menulis bisa juga mendapat penghasilan atau menjadikan hobi sebagai profesi.

Tidak perlu menunggu semuanya sempurna, cukup lakukan saja !

~ Jeffry Francisco

Bisnis yang saya geluti saat ini adalah dibidang fashion yang sama sekali bukan hobi saya atau hal yang sangat jauh dari skill yang saya miliki.

Sebelumnya saya merupakan engineer dibeberapa perusahaan karoseri dan juga kontraktor, kemudian mendapat panggilan untuk keluar dari zona nyaman ditahun 2017.

Jika ingin lebih mengenal saya silakan baca di About Us.

Nah tanpa backgroud didunia fashion tentu membuat saya kesulitan dalam memulai usaha, tidak sedikit kegagalan yang saya alami sebagai berikut.

  • Tidak mengerti bahan
  • Tidak mengerti proses pembuatan pakaian
  • Tidak punya modal untuk produksi
  • Mendapat vendor yang kurang baik secara kulitas dan ketepatan waktu
  • Uang dibawa kabur vendor dan produk tidak diproduksi
  • Sampai ditipu oleh calon pembeli
  • Dan masih banyak lagi

Sukses Berbisnis Modal Dengkul

Nah seperti judul yang saya tuliskan “berbisnis modal dengkul”, mengapa begitu ?

“iya karena saya memulai bisnis tanpa modal, karena dengkul ini adalah modal paling mahal”

lalu bagaimana cara menjalankannya ?

Hal dasar saya untuk menjalankan bisnis adalah ingin berbagi, membantu orang dengan membuka lapangan kerja dan memiliki impian agar cerita hidup saya dapat menjadi inspirasi bagi orang lain untuk sukses.

Selain dari pada itu bisnis adalah JAWABAN dari PERMASALAHAN calon pelanggan, jadi jika bisnis kita merupakan solusi bagi masalah banyak orang saya yakin bisnis akan tetap bertahan.

Saya memulai dari sebuah blog pribadi saya yang membahasa tentang informasi bus di Indonesia, tepatnya di ayonaikbis.com

Dari blog tersebut mulailah saya memiliki sebuah komunitas online (pembaca blog saya) di facebook, twitter dan instagram.

Nah bermula dari halaman facebook, saya mencoba iseng dengan membuat merchandise yang saya khususkan bagi follower pembaca blog saya.

Tanpa dibekali skill mendesain saya memiliki kenalan teman untuk membuatkan saya desain mock up kaos polo yang kemudian saya coba bagikan ke page facebook saya.

Saya buka Pre Order kaos bertemanakan bus selama satu minggu, dan tanpa disadari pemesan pertama ada sekitar 56 orang dan yang kedua sekitar 78 pemesan hal ini tanpa menggunakan ads.

Hal itu tidak saya duga karena memang saya tidak pernah mengetahui dunia bisnis fashion dan tidak ada niatan menjadikan ini sebagai bisnis utama saya.

Melihat hal itu hampir sebulan dua kali saya membuat pre order yang kemudian saya produksi dengan mencari vendor konveksi di Jogja.

Saya memproduksi kaos, polo dan kemeja menggunakan uang dari pemesan, sehingga saya tidak mengeluarkan modal sedikit pun.

Nah dari pengelaman itu saya jadi memahami bahwa berbisnis itu pertama kali bukan masalah modal melainkan action saja.

Modal akan dibutuhkan ketika bisnis sudah berjalan untuk mengembangkan lebih besar lagi.

Memulai Bisnis Dari Kamar Kos

Bisnis saya dibangun dari kamar kos ukuran 3×3 meter dan saya jalankan sendiri sembari menulis blog yang memang belum menghasilkan juga.

Karena tidak memiliki tempat yang layak maka saya menjalankan bisnis secara online melalui facebook saja.

Setelah rutin dan mendapatkan keuntungan mulailah saya melebihkan produksi dari jumlah pre order agar ada produk ready stock meski tidak banyak-banyak.

Berselang 6 bulan saya bisa mengupgrade ruangan sehingga dapat menyewa dua kamar dan merekrut satu orang sebagai karyawan yang membantu saya sebagai CS.

Setelah memiliki CS mulailah saya menambah desainer dan saya tetap sebagai marketing mengandalkan facebook dan blog saya untuk softselling.

Namun untuk karyawan yang bertugas sebagai desainer tidak bertahan lama namun bisnis harus tetap berjalan yang memaksa saya untuk belajar menggambar dengan corel.

Dan saat ini bisa pindah kelokasi yang lebih lega, dengan dibantu team empat orang dan kapasitas gudang cukup untuk 1500 baju.

Kita Bisa Karena Terpaksa

~Jeffry Francisco

Digital Marketing

Bisnis Offline Vs Online
Bisnis Offline Vs Online

Saya melakukan bisnis saya 100% dengan cara digital marketing atau online untuk sukses dalam berbisnis fashion, hal ini dikarenakan oleh beberapa hal berikut.

  • Tidak membutuhkan gedung untuk store karena biaya mahal
  • Tidak membutuhkan biaya untuk desain interior yang mahal
  • Biaya operasional mahal
  • Promosi secara offline lebih sulit dalam mendapatkan data pelanggan.
  • Bisnis Online dapat menjangkau lebih luas jika dibandikan offline (lokal)
  • Mengumpulkan database pelanggan lebih mudah
  • Promosi lebih mudah jika dapat membuat konten viral
  • Tidak harus standby setiap hari karena 24 online
  • Mudah mendapatkan produk yang diinginkan pelanggan dengan cara survey
  • Dan masih banyak lagi

Nah berjalannya waktu mulailah saya mengupgrade semua hal untuk fokus di digital marketing dan berikut ini beberapa hal yang perlu disiapkan.

  1. Sosial Media
  2. Website
  3. Market Place
  4. SDM
  5. Warehouse

Saya memisahkan penjualan baju saya dari blog ayonaikbis.com menjadi brand JF Autowear agar lebih fokus dan ayonaikbis.com tetap sebagai media informasi.

Mengapa saya mengambil tema ataua niche bisnis saya pada tema pakaian bus dan alat transportasi (saat ini masih fokus di tema bus) ?

Hal ini saya pilih dikarenakan persaingan masih rendah dan saya melihat dari pertumbuhan komunitas penggemar bus sangat banyak.

Selain itu dunia bus saya sudah mengetahui sedikit berbekal pengalaman kerja didunia karoseri.

Cara Riset Pasar Via Online Agar Sukses Berbisnis

Langkah awal tentu kita harus riset dahulu apakah bisnis layak untuk dijalankan dan tidak meskipun keyakinan saya sudah ada sejak memulai dengan pre order.

Namun keyakinan saja tidaklah cukup, maka perlu data yang pasti untuk melihat apakah pasar ini layak untuk digarap atau tidak.

Jadi agar sukses berbisnis bukan hanya insting melainkan data yang valid yang diperlukan.

Sehingga kita pastikan dahulu besaran market yang ada bertujuan agar ketika nanti ada kompetitor apakah masih cukup untuk dibagi-bagi.

Berikut ini tips-tips dari pengalaman saya semoga Anda juga dapat menerapkannya dibisnis Anda.

1. Cari Tau Dari Forum/Grup

Cara paling mudah melihat jumlah pasarnya adalah dari grup, forum, page, atau infuencer yang memiliki niche sama dengan bisinis kita.

Karena saya ingin berjualan pakaian dengan tema bus maka saya harus cari tau jumlah orang yang suka dengan bus.

Komunitas Bismania
Komunitas Bismania

Nah dari page bismania (komunitas resmi penggemar bus) saya dapat melihat ada sekitar 270K orang yang menyukai bus.

Saya pikir angka ini sudah cukup untuk bisnis saya saat ini, karena target saya adalah 1000 orang perbulan untuk saat ini.

Nah jika kita sudah mengetahui angka yang pasti tersebut barulah kita harus berfikir Bagaimana Cara Menghubungi Semua Orang Itu agar kenal dengan bisnis kita.

Untuk cara menjaring calon pelanggan tertarget akan saya bahas di artikel yang lain ya ๐Ÿ˜€

2. Cari Tau Jenis Produk Yang Market Butuhkan

Jumlah penggemar (calon pelanggan) yang sudah kita dapat tersebut tentunya memiliki selera yang bermacam-macam, maka kita perlu sortir.

Hal yang perlu di sortir adalah:

  • Lokasi
  • Umur
  • Jenis Kelamin

Jika sudah mengetahui maka kita dapat membuat produk dari data yang kita dapat tersebut.

Namun akan lebih mudah lagi jika kita memiliki media berupa akun yang memiliki tipis sejenis produk kita (non jualan).

Karena dari akun tersebut kita dapat melihat insightnya sebagai contoh berikut ini.

Insight Page facebook
Insight Page Saya Sendiri

Dari data tersebut saya dapat mengetahui bagaimana saya harus membuat produk agar sukses berbisni didunia fashion.

  • Umur : 18 -35 Tahun
  • Lokasi di Jakarta dan jabodetabek
  • Mayoritas laki-laki

Daei data diatas maka desain yang saya buat harus bisa diterima oleh umur 18 sampai 35 tahun dan pakaian laki-laki.

Setelah mengetahui targetnya maka yang perlu kita lihat adalah jenis produknya, maka dari itu kita perlu survey.

Agar calon pelanggan mau memberikan pendapat harus dipancing dengan hadiah atau sesuatu yang menarik.

Sukses Berbisnis Riset
Contoh giveaway untuk mencari data produk yang dibutuhkan

Jika sudah dapat datanya maka produksilah produk yang banyak peminatnya dan fokuskan disitu dahulu.

Nah kurang lebih seperti itu bagaimana memulai bisnis dengan modal dengkul dengan cara digital.

Pada artikel selanjutnya akan saya bagikan beberapa artikel tentang:

  • Menjaring calon customer tertarget
  • Mendapatkan kontak Whatsapp calon customer tertarget
  • Berteman dengan kompetitor untuk mencari ide baru
  • Meningkatkan follower Instagram
  • Pentingnya punya website sendiri dari pada Market Place
  • Lebih cocok jualan disosmed apa di google ?
  • Instagram Marketing, full selling
  • Membuat website dengan WordPress
  • Mengumpulkan data pelanggan tertarget dari website
  • Membuat konten menarik untuk Instagram
  • Dan masih banyak lagi ๐Ÿ˜€

Terima kasih yang sudah membaca artikel saya ini semoga dapat menginspirasi dan pastikan segera action agar Anda sukses berbisnis.

Jika bermanfaat silakan Anda bagikan ๐Ÿ˜

Ide Terbaik Tidak Ada Harganya Tanpa Action !

~ Jeffry Francisco

Baca Juga :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.